RSS

Dokumen Analisi Resiko Gempa Bumi Provinsi Sumatra Barat

08 May

DATA DASAR

Geografi

sumatera Barat terletak antara 0o 54’ Lintang Utara dan 3o  30’ Lintang selatan serta 98o 36’ dan 101o  53’ Bujur Timur. Provinsi ini berbatasan langsung dengan samudera indonesia, Provinsi riau, Provinsi Jambi dan Provinsi sumatera Utara. Iklim Tropis basah, suhu udara rata-rata 26°C. Provinsi ini memiliki daratan seluas 42.297,30 km2 dan gugusan pulau terdiri dari 391 buah pulau yang mayoritas masuk dalam wilayah kabupaten terbesar di provinsi ini yaitu Kabupaten Kepulauan Mentawai. Lebih dari 45,17% dari luas daratan provinsi ini merupakan kawasan yang masih ditutupi hutan lindung, sehingga memiliki banyak keragaman hayati yang bisa menjadi potensi wisata.

Topografi

Propinsi Sumatera Barat memiliki kontur yang cenderung bergelombang, dimana luasan wilayah daratan yang didominasi wilayah perbukitan dan pegunungan yakni mencapai luas + 2.203.808 ha atau 52,19 % dari luas Sumatera Barat. Wilayah daratan dengan bentuk permukaan yang didominasi area yang relatif datar l hanya mencapai 13,31 % atau 561.888 ha. Umumnya daerah tersebut terletak pada ketinggian 0-50 meter di atas permukaan laut. landscapenya meliputi wilayah perairan, kepulauan dan dataran rendah dipantai barat serta dataran tinggi vulkanik yang dibentuk oleh Bukit Barisan, Garis pantai provinsi ini bersentuhan langsung samudera Hindia sepanjang 2.420.357 km dengan luas perairan laut 186.580 km². Provinsi ini memiliki gugusan pulau terdiri dari 391 buah pulau

Demografi

Sumatera Barat mempunyai luas daratan 42.297,30 km2 yang setara dengan 2,17% luas Republik Indonesia dengan jumlah penduduk 5.283.163 jiwa. Sumatera Barat terdiri dari 12 Kabupaten dan 7 Kota. Kesembilan belas Kabupaten/Kota terbagi dalam 144 Kecamatan yang seluruhnya terbagi lagi atas 494 Nagari dan 2.086 desa serta 337  kelurahan. Jumlah penduduk Sumatera Barat tahun 2004 mencapai 4.528.242 jiwa, dengan jumlah laki-laki 2.248.970 jiwa dan perempuan 2.306.840 jiwa (Susenas, 2004 ). Menurut Kab./Kota penduduk yang terbanyak di Kota Padang (799.736 jiwa) sedang Kota Padang Panjang merupakan daerah yang paling sedikit penduduknya ( 45.430 jiwa). Kota Bukittinggi merupakan daerah terpadat penduduknya, yaitu tiap-tiap m2 dihuni oleh 3.982 jiwa (2005) dan Kab. Kep. Mentawai sampai saat ini masih merupakan daerah yang terjarang penduduknya yaitu hanya dihuni oleh 11 jiwa pada setiap Km2 . Pada tahun 2006 jumlah penduduk miskin tercatat sebanyak 879.094 jiwa. Umur Harapan hidup waktu lahir di Sumatera Barat angka ini diperoleh dari BPS dengan estimasi, sejalan dengan perkembangan angka harapan hidup yang meningkat dari 64,3 tahun pada tahun 1997 menjadi 65,25 tahun pada tahun 1998. Kecendrungan umur harapan hidup ini dengan asumsi tingkat penurunan kematian bayi dan balita tetap seperti sekarang

Tataguna lahan

Luas lahan Sumatera Barat + 4.299.730 Ha. Penggunaan lahan di Sumatera Barat didominasi oleh kawasan hutan sebesar + 2.600.286 Ha (60.47 %) darn sisanya dipergunakan oleh berbagai sektor lainnya.  Dari total luas wilayah Sumatera Barat,  + 1.910.679 Ha. atau 45.17% merupakan kawasan lindung dan kawasan budidaya 54.82 % .Tabel dibawah memperlihatkan penggunaan lahan di Sumatera Barat. Daerah yang lahan terbangunnya terluas adalah Kota Padang yaitu 46.570 Ha, sedangkan lahan yang terbangun terkecil adalah Kota Padang Panjang  seluas 333 Ha. Hal ini dikarenakan luas kota Padang Panjang secara total memang kecil di bandingkan daerah lain, Tapi kalau dilihat perbandingan antara luas terbangun dengan luas area terbangun, maka yang paling kecil adalah Pesisir Selatan yaitu 0,04 %. Adapun lahan yang permanfaatannya untuk sawah, terluas berada di Kabupaten Lima Puluh Kota 116.116,37 Ha, sedangkan di Kota Bukittinggi dan Payakumbuh tidak memiliki lahan sawah. Lahan perkebunan terluas berada di Kabupaten Dhamasraya yaitu 137.838 Ha, sedangkan hutan terluas berada di Kabupaten Mentawai 515.725,03 Ha

pengunaan lahansumber : SLHD PROV SUMBAR

Sosial Ekonomi

Ekonomi Provinsi sumatera Barat terus menguat setiap tahunnya, dan pada tahun 2010 pertumbuhan ekonominya mencapai 5,93% yang termasuk relatif tinggi, bila dibandingkan  dengan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 6,10%.  Pertumbuhan ekonomi tersebut ditopang oleh besarnya PDrB Provinsi sumatera Barat tahun 2010 yang mencapai 87.221.254,05 juta rupiah. Pada dasarnya besarnya PDrB sumatera Barat didominasi oleh lima sektor usaha yaitu pertanian yang memberikan kontribusi terhadap PDrB sebesar 23,84%, lalu sektor perdagangan, hotel dan restoran sebesar 17,74%, sektor jasa-jasa sebesar 16,03%, sektor pengangkutan dan komunikasi sebesar 15,41%, serta sektor industri pengolahan 11,69%. sedangkan keempat sektor lainnya bila diakumulasikan memberikan kontribusi yang cukup besar yaitu 15,29%. Pada tahun 2010 pertumbuhan ekonominya mencapai 5,93% yang termasuk relatif tinggi, bila dibandingkan  dengan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 6,10%. Pembangunan di bidang kesejahteraan sosial, telah menghasil­kan tingkat kesejahteraan sosial yang lebih baik yang ditunjukkan oleh berbagai indikator. Jumlah penduduk melek huruf meningkat dari 75,49  persen  pada   tahun   1971  menjadi 91,34 persen   pada tahun   1990.

DATA BAHAYA KERENTANAN

Di Sumatera Barat terdapat empat gunung api aktif yaitu Merapi, Tandikat, Talang dan Kerinci yang menyimpan ancaman bahaya. Propinsi Sumatera Barat, dikontrol oleh tiga lajur potensi sumber gempabumi yakni lajur seismotektonik tunjaman barat Sumatera, lajur seismotektonik prisma akrasi Mentawai dan lajur seismotektonik sesar aktif Sumatera. Lajur-lajur seismotektonik utama tersebut mempunyai sejarah kegempaan diantaranya; Gempabumi Padang (1835), Gempabumi Padang Panjang (1926), Gempabumi dataran tinggi Padang (1943), Gempabumi Pasaman (1977), Gempabumi P. Siberut (1983 dan 2001) serta Gempabumi Painan (1981 dan 2004) dan yang terakhir Gempabumi Kepulauan Mentawai (2005). Gempabumi-gempabumi merusak tersebut telah mengakibatkan bencana dan resiko yang sangat serius di kawasan ini. Guna mewaspadai bahaya bencana gempabumi yang mungkin terjadi di masa yang akan datang, diperlukan suatu penataan ruang yang dilindungi oleh peraturan daerah (Perda) yang disusun berdasarkan peta kerentanan bahaya gempabumi (makro dan mikro zonasi) dengan harapan resiko bahaya gempabumi dapat dimitigasi sekecil mungkin.

segmen paahan

SUMBER : :(http://www.sumbarprov.go.id/)

Dari 19 Segmen Patahan Sumatera 7 diantaranya terdapat di wilayah Provinsi Sumatera Barat dan akan berdampak langsung terhadap masyarakat yang berada pada zona-zona rentan. Adapun ketujuh segmen tersebut adalah segmen Siulak (2.25°S ~ 1.7°S), segmen Suliti (1.75°S ~ 1.0°S), segmen Sumani (1.0°S ~ 0.5°S), segmen Sianok (0.7°S ~ 0.1°N), segmen Sumpur (0.1°N ~ 0.3°N), Segmen Barumun (0.3°N ~ 1.2°N) dan Angkola

DATA KERENTANAN DAN KEMAMPUAN

Kabupaten/kota yang memiliki penduduk paling banyak adalah Kota Padang, yakni 833.562 jiwa. Sedangkan kabupaten/kota yang memiliki tingkat kepadatan tertinggi adalah Kota Bukittinggi, yakni 4.400 jiwa/km2.  Keberadaan aktifitas kehidupan di Sumatera Barat yang berada di sekitar gunung berapi, maka risiko bencana yang ditimbulkan akan sangat besar. ketika gempa terjadi kemungkinan menimbulkan tsunami di wilayah Pesisir Selatan karena Sumatra barat berbatasan langsung dengan samudra hindia.Selain hal tersebut hasil pertanian yang berada di sekitaran gunung kerinci akan mengalami kerusakan ketika gempa terjadi khususnya akbitan letusan gunung merapi. Beberapa gendung perkantoran, rumah sakit sekolah dasar juga mengalami resiko kerusakan apabila terjadi gempa bumi. sebagian besar gedung publik atau perkantoran cukup kokoh. Berbeda dengan bangunan yang lama, kebanyakan belum memenuhi standar keamanan bangunan. Bila kerusakannya tergolong ringan, bisa ditempati dengan memperbaiki sedikit saja. Jika kerusakan tergolong sedang dan berat bangunan itu dihancurkan dan di bangun kembali sehingga menyebakan kerugian fiansial. Kegiatan perdagan yang menjadi akomoditas penduduk Sumatra barat juga akan terganggung.

peta gempa sumbar

Sumber (http://loketpeta.pu.go.id/peta-informasi-bencana-2/)

 

Refrensi

  1. PERATURAN DAERAH PROPINSI SUMATERA BARATNOMOR : 5 TAHUN 2007TENTANGPENANGGULANGANBENCANADENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESAGUBERNUR SUMATERA BARAT,
  2. http://id.wikipedia.org/wiki/Sumatera_Barat#Kependudukan
  3. http://lampost.co/berita/bpbd-lambar-daerah-rawan-bencana
  4. http://geologisumbar.wordpress.com/
  5. http://www.sumbarprov.go.id/read/99/12/14/59/79-mengenal-sumbar/berita-terkini/1134-test-berita-pusdalops-pb.html
  6. http://www.iagi.or.id/paper/seismotektonik-makro-dan-mikro-zonasi-kerentanan-bahaya-gempabumi-wilayah-sumatera-barat-sebagai-data-dasar-pembangunan-berwawasan-bencana-gempabumi “SEISMOTEKTONIK, MAKRO DAN MIKRO ZONASI KERENTANAN BAHAYA GEMPABUMI WILAYAH SUMATERA BARAT SEBAGAI DATA DASAR PEMBANGUNAN BERWAWASAN BENCANA GEMPABUM”
  7. http://ujp.ucoz.com/3-PROVINSI_SUMBAR.pdf
  8. file:///C:/Users/acer/Downloads/63-99Z_Book%20Manuscript-227-1-10-20140108.pdf “LAPORAN HASIL RISET KESEHATAN DASAR (RISKESDAS) PROVINSI SUMATERA BARAT TAHUN 2007”
  9. http://www.djpk.kemenkeu.go.id/attachments/article/257/03.%20SUMATERA%20BARAT.pdf “Tinjauan Ekonomi & Keuangan Daerah Provinsi SUMATERA BARAT”
  10. http://bkpmp.sumbarprov.go.id/tentang-kami/kenapa-sumatera-barat/
  11. http://pasca.unand.ac.id/id/wp-content/uploads/2011/09/artikel9.pdf “EFEKTIVITAS PELAKSANAAN KEBIJAKAN PENANGGULANGAN BENCANA DI PROVINSI SUMATERA BARAT  MARDAYELI DANHAS PROGRAM PASCA SARJANA UNIVERSITAS ANDALAS PADANG 201
  12. Buku Pedoman Analisis Risiko Bahaya Alam: Kerjasama Teknis Jerman-Indonesia bidang ‘Mitigasi Risiko Geologi’ antara Badan Geologi Indonesia di bawah Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (DESDM) dengan German Federal Institute for Geosciences and Natural Resources (BGR). Edisi pertama: 2009, Cetak Ulang: 2012.
 
 

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Forum AKK FKM Undip

it's about Health Administration dan Health Policy

Giri Hartono | Jual Gamelan | Jual Angklung | Jual Kendang | Jual Gong

Jual Gamelan | Jual Angklung | Jual Kendang | Jual Gong

CORBUZIER

A Magical Tale Journey

ATIKAH

Love Is Sharing

Hanibal Hamidi

Gerakan Desa Membangun Indonesia #GDMI #HibahDiriTukDesa

Gamais Online

MUSLIM RABBANI, CERDAS, BERDEDIKASI

SM FKM Undip 2015

Senat Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro

panduherusatrio

this is the little part of my life

Source of Inspiration

All is One, co-creating with the Creator

I LOVE MY SELF

Love My Self Than Love Others

ihsanudin

Thinking Ahead, Thinking Accross, Thinking Agian.

Amgah

My Blog, life, an my work

%d bloggers like this: