RSS

BRAINSTROMING dalam K3

16 Dec

 

BRAINSTORMING

 

Brainstorming adalah sebuah alat bantu yang digunakan untuk mengeluarkan ide dari setiap anggota tim yang dilakukan secara terstruktur dan sistematis. Kesuksesan Brainstorming dapat dilihat dari suasana bebas tanpa kritik untuk menggali ide kreatif atau solusi alternatif tanpa batas.

Brainstorming mulai dkenalkan pada tahun 1950-an dan menjadi tidak dipisahkan dari TQM (Total Quality Management), namun tak hanya disitu penerapannya, Brainstorming dapat digunakan di segala bidang.

Brainstorming dapat memberi inspirasi, memperluas wawasan, merupakan pembelajaran dalam mengambil keputusan, selain itu menciptakan kesetaraan dan melibatkan seluruh anggota tim. namun saat ini Brainstormingjuga dapat dilakukan tanpa harus berkumpul dalam satu ruangan, namun juga dapat dilakukan di dunia maya atau telekonferensi dengan jarak ribuan meter.

Brainstroming adalah sebuah perencanaan atau piranti yang digunakan untuk menampung kreatifitas kelompok dan biasanya digunakan untuk menjadikan alat konsensus maupun untuk menjaring ide-ide yang diperlukan.

Adanya brainstorming dimaksudkan untuk mengumpulkan ide – ide kreatif sebanyak mungkin di dalam suatu kelompok. Ada beberapa macam model brainstorming yang diterapkan untuk menjaring ide sebanyak mungkin.

JENIS-JENIS BRAINSTORMING ANTARA LAIN:

  1. Verbal brainstorming : Saling bertukar pikiran dalam suatu kelompok yang dilakukan secara verbal dengan tatap muka dan pertemuan langsung.
  2. Nominal brainstorming : Dalam penyampaian ide dilakukan secara terpisah, tidak saling berinraksi dengan menuliskan idenya di kertas atau komputer.
  3. Electronic brainstorming : Bertukar gagasan melalui media elektronik dalam sebuah kelompok,media elektronik yang digunakan biasanya berupa tools seperti Group Support System.

TUJUAN DAN MANFAAT

Brainstorming atau sumbang saran memiliki  tujuan untuk mendapatkan sejumlah ide dari anggota Team dalam waktu relatif singkat tanpa sikap kritis yang ketat. Ada beberapa manfaat yang bisa diperoleh suatu Team atau organisasi dengan melakukan teknik brainstorming, di antaranya adalah:

  1. Mengidentifikasi masalah.
  2. Mencari sebab-sebab yang mengakibatkan terjadinya masalah.
  3. Menentukan alternatif pemecahan masalah.
  4. Mengimplementasikan pemecahan masalah.
  5. Merencanakan langkah-langkah dalam melaksanakan suatu aktivitas.
  6. Mengambil keputusan ketika masalah terjadi.
  7. Melakukan perbaikan (improvements).

TAHAPAN DARI TEKNIK BRAINSTORMING

  1. 1.      Pemberian informasi dan motivasi

Pada tahap inileader menjelaskan masalah yang akan dibahas dan latarbelakangnya, kemudian mengajak kelompoknya agaraktif untuk memberikan tanggapannya.

  1. Identifikasi

Anggota diajak memberikan sumbang saranpemikiran sebanyak-banyaknya. Semua saran yangdiberikan anggota ditampung, ditulis dan jangan dikritik.Pemimpin kelompok dan peserta dibolehkanmengajukan pertanyaan hanya untuk memintapenjelasan.

  1. Klasifikasi

Mengklasifikasi berdasarkan kriteria yangdibuat dan disepakati oleh kelompok. Klasifikasi bisa jugaberdasarkan struktur/faktor-faktor lain

  1. Verifikasi

Kelompok secara bersama meninjau kembalisumbang saran yang telah diklasifikasikan. Setiapsumbang saran diuji relevansinya dengan permasalahanyang dibahas. Apabila terdapat kesamaan maka yangdiambil adalah salah satunya dan yang tidak relevandicoret. Namun kepada pemberi sumbang saran bisadimintai argumentasinya.

  1. Konklusi (Penyepakatan)

Pimpinan kelompok besertapeserta lain mencoba menyimpulkan butir-butiralternatif pemecahan masalah yang disetujui. Setelahsemua puas, maka diambil kesepakatan terakhir carapemecahan masalah yang dianggap paling tepat.

LANGKAH LANGKAH TEKNIS

Langkah-langkah dalam melaksanakan brainstorming, yaitu:

  1. a.      Persiapan.
    1. Mengundang peserta meeting.
    2. Memberikan agenda acara materi yang akan dibicarakan.
    3. Mempersiapkan ruangan dan fasilitas pendukung lainnya.
    4. b.      Pelaksanaan.
      1. Menentukan batasan waktu yang digunakan.
      2. Menetapkan pimpinan meeting dan pencatat pembicaraaan (notulis).
      3. Menetapkan aturan main (rule of the game) bersama.
      4. Menentukan metode yang digunakan dalam brainstorming.
      5. Memberi kesempatan kepada para peserta untuk menyampaikan ide-idenya.
      6. Menuliskan setiap ide yang dilontarkan peserta.
      7. Melakukan pengelompokan ide yang sejenis.
      8. Melakukan pembahasan ide-ide.
      9. Mengambil keputusan.
      10. Menyimpulkan pembicaraan.

Keunggulan brainstorming :

1)      Ide yang muncul lebih banyak dan beragam

2)      Kesalahan akan terdeteksi karena yang terlibat banyak orang

3)      Waktu dan tenagadicurahkan oleh banyak orang dandengandemikian terdapat lebih banyak aksesinformasidan keahlian.

HAMBATAN

Dalam melakukan teknik brainstorming dapat timbul beberapa hambatan yang disebabkan antara lain:

  1. Peserta tidak mematuhi aturan main, misalnya:

–          Memberi komentar terhadap ide yang dilontarkan peserta lain.

–          Dalam satu putaran, seorang peserta melontarkan lebih dari satu ide.

–          Seorang peserta yang belum sampai gilirannya sudah menyampaikan idenya.

–          Ada peserta yang mendominasi atau memotong pembicaraan peserta lain.

–          Ada peserta yang bertanya pada saat proses berlangsung.

  1. Pencatat merubah ide (baik isi maupun maksud) yang dilontarkan oleh peserta.
  2. Peserta tidak mampu melihat masalah dari berbagai sudut pandang.
  3. Hambatan non teknis, seperti: takut salah, kurang antusias dan kurang ada kerja sama.

Mengingat hambatan tersebut, Team leader perlu memberi dorongan, teguran dan arahan kepada peserta untuk membantu kelancaran proses. Disamping itu, para peserta sendiri dituntut untuk menyadari prinsip-prinsip aturan main.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan bila suatu Team membicarakan permasalahan dengan teknik brainstorming, yaitu:

  1. Agenda acara yang akan dibahas dibagikan sebelum meeting dimulai.
  2. Mempersiapkan Team leader dan notulis yang cakap dalam memimpin meeting.
  3. Catatan ide diperlihatkan kepada seluruh peserta pada saat ide itu dilontarkan.
  4. Memberi kesempatan kepada peserta yang mengalami hambatan untuk mengemukakan ide-idenya pada kesempatan khusus.
 
Leave a comment

Posted by on December 16, 2013 in KNOWLADGE, matakuliah FKM

 

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Forum AKK FKM Undip

it's about Health Administration dan Health Policy

Giri Hartono | Jual Gamelan | Jual Angklung | Jual Kendang | Jual Gong

Jual Gamelan | Jual Angklung | Jual Kendang | Jual Gong

CORBUZIER

A Magical Tale Journey

ATIKAH

Love Is Sharing

Hanibal Hamidi

Gerakan Desa Membangun Indonesia #GDMI #HibahDiriTukDesa

Gamais Online

MUSLIM RABBANI, CERDAS, BERDEDIKASI

SM FKM Undip 2015

Senat Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro

panduherusatrio

this is the little part of my life

Source of Inspiration

All is One, co-creating with the Creator

I LOVE MY SELF

Love My Self Than Love Others

ihsanudin

Thinking Ahead, Thinking Accross, Thinking Agian.

Amgah

My Blog, life, an my work

%d bloggers like this: