RSS

UJI KERJA HUKUM MENDEL

02 Jul

Disusun oleh : HENDRO NURCAHYO

Untuk Memenuhi tugas Kelas XII “Praktikum Biologi”

A. Tujuan                                                                       

  1. Memahami dan mempelajari tentang Hukum Mendel dengan analogi kancing sebagai model gen

B. Teori Singkat

  1. Pengertian Enzim.

Enzim adalah biomolekul berupa protein yangberfungsi sebagai katalis (senyawa yang mempercepat proses reaksi tanpa habis bereaksi) dalam suatu reaksi kimia organikMolekul awal yang disebut substrat akan dipercepat perubahannya menjadi molekul lain yang disebut produk. Jenis produk yang akan dihasilkan bergantung pada suatu kondisi/zat, yang disebut promoter. Semua proses biologis sel memerlukan enzim agar dapat berlangsung dengan cukup cepat dalam suatu arah lintasan metabolisme yang ditentukan oleh hormon sebagai promoter.Enzim bekerja dengan cara bereaksi dengan molekul substrat untuk menghasilkan senyawa intermediat melalui suatu reaksi kimia organik yang membutuhkan energi aktivasi lebih rendah, sehingga percepatan reaksi kimia terjadi karena reaksi kimia dengan energi aktivasi lebih tinggi membutuhkan waktu lebih lama. Enzim dapat tersusun dari protein saja atau memiliki komponen lain selain protein, yaitu kofaktor.

Beberapa faktor yang mempengaruhi kerja enzim adalah sebagai berikut :

  1. Suhu

Enzim menjadi rusak bila suhunya terlalu tinggi atau rendah.  Protein akan mengental atau mengalami koagulasi bila suhunya terlalu tinggi (panas).

  1. Derajat keasaman (pH)

Enzim menjadi nonaktif jika diperlakukan pada asam dan basa yang sangat kuat.  Sebagian besar enzim bekerja paling efektif pada kisaran pH lingkungan yang sedikit sempit (pH = ±7).  Di luar pH optimal, kenaikan atau penurunan pH menyebabkan penurunan aktivitas enzim dengan cepat.

  1. Konsentrasi enzim, substrat, dan kofaktor

Jika pH dan suhu suatu sistem enzim dalam keadaan konstan serta jumlah substrat berlebihan, maka laju reaksi sebanding dengan jumlah enzim yang ada.  Jika pH, suhu dan konsentrasi enzim dalam keadaan konstan, maka reaksi awal hinga batas tertentu sebanding dengan substrat yang ada.  Jika enzim memerlukan suatu koenzim atau ion kofaktor, maka konsentrasi substrat dapat menetukan laju reaksi.

  1. Inhibitor enzim

Kerja enzim dapat dihambat, baik bersifat sementara maupun tetap oleh inhibitor berupa zat kimia tertentu.  Pada konsentrasi substrat yang rendah akan terlihat dampak inhibitor terhadap laju reaksi.

  1. Pengertian Enzim Katalase

Katalase adalah enzim yang mengandung empat gugus heme, pada tulang, membran mukosa, ginjal dan hati. Aktifitas enzim ditemukan dalam mitokondria, sitoplasma dan peroksosom. Katalase memiliki empat rantai polypeptide, masing-masing terdiri dari 500 lebih asam amino. Catalase juga memiliki empat grup heme yang dibentuk dari cincin protoporphyrin yang mengandung atom besi tunggal. Berat molekulnya: 118.054,25 gram/mol. Struktur sekunder : 31% helical (22 helik; 161 residu) 16% beta sheet (19 strands; 82 residu).

Katalase berperan sebagai enzim peroksidasi khusus dalam reaksi dekomposisi hydrogen peroksida menjadi oksigen dan air. Enzi mini mampu mengoksidasi 1 molekul hydrogen peroksida menjadi oksigen. Kemudian secara simultan juga dapat mereduksi molekul hydrogen peroksida kedua menjadi air.

Bentuk reaksi kimianya adalah:

H2O –> H2O + O2

Reaksi dapat berjalan bila terdapat senyawa pemberi ion hydrogen (AH2) seperti methanol, etanol dan format.

Peran katalase dalam mengkatalis H2O2 relatif lebih kecil dibandiingkan dengan kecepatan pembentukannya. Sel-sel yang mengandung katalase dalam jumlah sedikit sangat rentan terhadap peroksida. Oleh karena itu katalase berperan penting dalam mekanisme pertahanan sel darah merah terhadap serangan oksidaror hydrogen peroksida.

C.  Alat dan Bahan

  1. Alat:
    1. 10 buah tabung reaksi.
    2. Korek api.
    3. Rak tabung reaksi.
    4. Pipet.
    5. Pisau.
    6. Sendok.
    7. Pinset.
    8. Lidi
    9. Mortal dan cawan mortal.
    10. 3 buah gelas ukur.
    11. Pembakar spirtus.
    12. Tripot ( penahan gelas kimia saat pemanasan air).
    13. Penggaris.
    14. Alat tulis.
  1. Bahan:
    1. Hati ayam.
    2. Jantung ayam.
    3. H2O2. (hydrogen peroksida )
    4. KOH/NaOH (basa).
    5.  HCl (asam).
    6. Es batu
 D.   Cara Kerja
  1. Menyiapkan alat dan bahan
  2. Menandai tiap tabung reaksi dengan nomer 1 sampai 10
  3. Menyalakan pembakar spiritus.
  4. Menaruh air kurang lebih 150 ml kedalam gelas kimia, lalu memenaskannya diatas tripot yang bawahnya adalah pembakar spritus yang telah menyala.
  5. Memotong hati hingga menjadi bagian kecil, lalu di uleg dan membuat ekstrak hati.
  6. Memasukan ekstrak hati setinggi 1 cm ke dalam tabung reaksi nomer 1,3,5,7 dan 9.
  7. Memotong jantung hingga menjadi bagian kecil, lalu di uleg dan membuat ekstrak jantung.
  8. Memasukan ekstrak jantung setinggi 1 cm ke dalam tabung reaksi nomer 2,4,6,8 dan 10.
    1. Memasukkan 1 ml ekstrak hati ke dalam tabung reaksi (no.1) 10 tetes H2O2, kemudian mengamati perubahannya.
    2. Memasukkan 1 ml ekstrak jantung ke dalam tabung reaksi (no.2) 10 tetes H2O2, kemudian mengamati perubahannya.
    3. Memasukkan 1 ml ekstrak hati ke dalam tabung reaksi (no.3) + 10 tetes HCl + 10 tetes H2O2, kemudian mengamati perubahannya.
    4. Memasukkan 1 ml ekstrak jantung ke dalam tabung reaksi (no.4) + 10 tetes HCl + 10 tetes H2O2, kemudian mengamati perubahannya.
    5. Memasukkan 1 ml ekstrak hati ke dalam tabung reaksi (no.5) + 10 tetes KOH/NaOH + 10 tetes H2O2, kemudian mengamati perubahannya.
    6. Memasukkan 1 ml ekstrak jantung ke dalam tabung reaksi (no.6) + 10 tetes KOH/NaOH + 10 tetes H2O2, kemudian mengamati perubahannya.
    7. Memasukkan 1 ml ekstrak hati ke dalam tabung reaksi (no.7) , kemudian memasukkan ke dalam air yang telah dipanaskan.
    8. Memasukkan 1 ml ekstrak jantung ke dalam tabung reaksi (no.8), kemudian memasukkan ke dalam air yang telah dipanaskan.
    9. Memasukan sejumlah batu es ke dalam gelas kimia yang telah di beri air.
    10. Memasukkan 1 ml ekstrak hati ke dalam tabung reaksi (no.9), kemudian memasukkan tabung ke dalam gelas kimia yang telah diisi air es + 10 tetes H2O2, dan mengamati perubahannya.
    11. Memasukkan 1 ml ekstrak jantung ke dalam tabung reaksi (no.10), kemudian memasukkan tabung ke dalam gelas kimia yang telah diisi air es + 10 tetes H2O2, dan mengamati perubahannya.
    12. Membakar lidi, meletakkan di atas setiap mulut tabung reaksi, kemudian mengamati perubahannya. Melakukannya  berulang kali di setiap perlakuan semua tabung reaksi
    13. Mencatat hasil pengamatan pada tabel.
  1. E.   Hasil Pengamatan

No.

Pembeda

Perubahan

Gelembung Gas

Perubahan

Nyala Api

1.

Ekstrak hati + H2O2

+ + + +

++++

2.

Ekstrak jantung + H2O2

 

+ + +

+++

3.

Ekstrak hati + HCl + H2O2

+ +

++

4.

Ekstrak jantung + HCl + H2O2

5.

Ekstrak hati + KOH/NaOH + H2O2

+ + +

+++

6.

Ekstrak jantung + KOH/NaOH + H2O2

+ +

++

7.

Ekstrak hati + air panas + H2O2

+ +

++

8.

Ekstrak jantung + air panas + H2O2

+

9.

Ekstrak hati + air es+ H2O2

+ + +

+++

10.

Ekstrak jantung + air es+ H2O2

+ +

+++

Keterangan untuk perubahan gelembung dan nyala api:
+ + + + : banyak sekali/menyalah lama sekali
+ + +    : banyak/menyalah lama
+ +       : sedang/menyala sedang
+          : sedikit/menyala sebentar
–                                                                                                                     : tidak ada/menyala

 F.  Analisis Data

Setelah peneliti melakukan penelitian tentang kerja enzim kata lase yang berada di hati dan jantung ayam. Peniliti mendapatkan beberapa hasil penelitian yaitu, Pada percobaan pertama (tabung reaksi no.1) ekstrak hati ditambah H2O2 terjadi pembentukan gelembung-gelembung udara yang banyak sekali dan saat dimasukkannya lidi membara ke dalamnya, timbul nyala api yang terang dan lama sekali.

Pada percobaan kedua (tabung reaksi no.2) ekstrak jantung ditambah H2O2 terjadi pembentukan gelembung-gelembung udara yang banyak dan saat dimasukkan lidi membara ke dalamnya, timbul nyala api dan terjadi dengan waktu yang lama.

Pada percobaan ketiga (tabung reaksi no.3) ekstrak hati ditambah HCl ditambah H2O2 terjadi pembentukan gelembung-gelembung udara yang sedang dan saat dimasukkan lidi membara ke dalamnya, timbul nyala api dan dengan jangka waktu yang sedang.

Pada percobaan keempat (tabung reaksi no.4) jantung ditambah HCl ditambah H2O2 tidakterjadi pembentukan gelembung-gelembung udara dan saat dimasukkan lidi membara ke dalamnya, tidak timbul nyala api.

Pada percobaan kelima (tabung reaksi no.5) ekstrak hati ditambah KOH/NaOH ditambah H2O2 terjadi pembentukan gelembung-gelembung udara yang banyak dan saat dimasukkan lidi membara ke dalamnya, timbul nyala api dengan jangka waktu lama.

Pada percobaan keenam (tabung reaksi no.6) ekstrak jantung ditambah KOH/NaOH ditambah H2O2 terjadi pembentukan gelembung-gelembung udara yang sedang dan saat dimasukkan lidi membara ke dalamnya, timbul nyala api dan dengan jangka waktu yang sedang.

Pada percobaan ketujuh (tabung reaksi no.7) ekstrak hati ditambah H2O2 lalu dimasukan kedalam air mendidih  terjadi pembentukan gelembung-gelembung udara yang sedang dan saat dimasukkan lidi membara ke dalamnya, timbul nyala api dan dengan jangka waktu lama.

Pada percobaan kedelapan (tabung reaksi no.8) ekstrak jantung ditambah H2O2 lalu dimasukan kedalam air mendidih  terjadi pembentukan gelembung-gelembung udara yang sedikit dan saat  lidi membara ke dalamnya, tidak timbul nyala api.

Pada percobaan kesembilan (tabung reaksi no.9) ekstrak hati ditambah H2O2 lalu dimasukkan kedalam air es terjadi gelembung-gelembung udara yang banyak dan saat dimasukkan lidi membara ke dalamnya, timbul nyala api dan dengan jangka waktu lama.

Pada percobaan kesepuluh ekstrak jantung (tabung reaksi no.10) ditambah H2O2 lalu dimasukkan kedalam air es terjadi gelembung-gelembung udara yang sedang dan saat dimasukkan lidi membara ke dalamnya, timbul nyala api dan dengan jangka waktu sedang.

G.    Pembahasan

Pada tabung manakah terbentuk gelembung gas yang paling banyak? Mengapa demikian?

Jawab: Pada tabung reaksi pertama dengan ekstrak hati dan H2O2. Karena enzim katalase yang terdapat di dalam hati ayam  ( tabung reaksi no.1 ) lebih banyak dari pada di tabung tabung raksi yang lainnya oleh karena itu pada tabung reaksi no.1 menghasilkan H2O (air) dan O2 (oksigen) lebih banyak dan terbentuklah gelembung-gelembung yang banyak. Karena salah satu fungsi enzim katalase adalah mengubah H2O2 menjadi H2O (air) dan O2 (oksigen)

Pada tabung manakah enzim katalase berada?

Jawab: Pada semua tabung reaksi

Tuliskan kerja enzim katalase pada percobaan ini.

Jawab: Enzim katalase melakukan peroksidasi khusus dalam reaksi dekomposisi hydrogen peroksida menjadi oksigen dan air. Enzim katalase ini mampu mengoksidasi 1 molekul hydrogen peroksida H2O2 menjadi oksigen O2. Kemudian secara simultan juga dapat mereduksi molekul hydrogen peroksida kedua menjadi air H2O. Berikut adalah bentuk reaksi kimianya. 2H2O2 à 2H2O + O2

Tuliskan faktor apa sajakah yang mempengaruhi kerja enzim?

Jawab: Pada percobaan ini faktor yang mempengaruhi kerja enzim adalah derajat keasaman (pH) dan suhu.

H.  Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dapat peneliti simpulkan bahwa jumlah enzim katalase yang paling terdapat di organ hati, terbukti dengan selisih jumlah gelembung yang terbetuk di antara ekstrak hati dan jantung di berbagai perlakuan. Jumlah gelembung pada ekstraks hati lebih banyak di banding di ekstraks jantung.

Selain itu pada penelitian ini dapat kita lihat kerja enzim katalase dapat di pengaruhi oleh berbagai kondisi seperti meningkatnya dan menurunnya derjat keasamaan ( Ph ) dan meingkat atau menurunya suhu lingkungan. Terbukti pada saat keadaan netral ( tidak asam dan tidak basa ) kerja enzim kalatale sangat optimal sedangkan pasa suasana basa ataupun asam kerja enzim katalase akan berkurang bahkan pada pecobaan di susana asam enzim katalase tidak dapat bekerja. Selain itu pada suhu normal kerja enzimpun uga optimal. Namun pada suhu tinggi kerja enzim menjadi menurun, begitu pula saat kondisi suhu rendah kerja enzim katalase menjadi menurun.

I.      Daftar Pustaka

http://www.anneahira.com/enzim-katalase.htm

http://id.wikipedia.org/wiki/Enzim

http://id.shvoong.com/medicine-and-health/medicine-history/2068678-enzim-katalase-protein-terkait-fe/

http://id.shvoong.com/medicine-and-health/2119456-enzim-katalase/

http://vidtrie.wordpress.com/biologi-sma/biologi-xii-ipa-metabolisme/

 
Leave a comment

Posted by on July 2, 2013 in KNOWLADGE, umum

 

Tags: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Forum AKK FKM Undip

it's about Health Administration dan Health Policy

Giri Hartono | Jual Gamelan | Jual Angklung | Jual Kendang | Jual Gong

Jual Gamelan | Jual Angklung | Jual Kendang | Jual Gong

CORBUZIER

A Magical Tale Journey

ATIKAH

Love Is Sharing

Hanibal Hamidi

Gerakan Desa Membangun Indonesia #GDMI #HibahDiriTukDesa

Gamais Online

MUSLIM RABBANI, CERDAS, BERDEDIKASI

SM FKM Undip 2015

Senat Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro

panduherusatrio

this is the little part of my life

Source of Inspiration

All is One, co-creating with the Creator

I LOVE MY SELF

Love My Self Than Love Others

ihsanudin

Thinking Ahead, Thinking Accross, Thinking Agian.

Amgah

My Blog, life, an my work

%d bloggers like this: